Rabu, 30 November 2011

Lucu-lucuan


HEBOH !! tekhnologi TOUCHSCREEN ternyata Berasal dari INDONESIA GAN !!! CEKIBROT

Geger


setelah usut punya usut ternyata Tekhnologi yang biasa kita kenal dengan Touchscreen

berasal dari indonesia gan tepatnya dari kota
TEGAL, touchscreen sendiri sudar berada di indonesia sejak lama

BUKTI DAN CARA PENGGUNAAN TEKHNOLOGI TOUCHSCREEN DI TEGAL GAN CEKIBROOT

Spoiler for untuk gambar dan cara penggunaan:



TEKHNOLOGI INI BERASAL DARI WARTEG GAN
Cara pakai tekhnologi ini :
JIKA = agan ingin makan tempe oreg,ikan goreng,sambel ,, agan cukup bilang "mbak saya pesen yang ini" sambil agan menyentuhkan jari agan (seperti hape touchscreen, cuma disentuh, jgn kenceng2) ke etalase warteg (sambil menunjuk ke daerah tempe oreg,ikan dan sambel tersebut) maka dalam beberapa menit menu yang anda pencet tadi akan keluar dalam sebuah piring



nih maksudnya agan



sumber dari http://www.klikunic.com/2011/11/heboh-tekhnologi-touchscreen-ternyata.html

Mana yang lebih kotor, toilet atau meja kantor??

Jika pekerjaan sedang bertumpuk dikantor, agan mungkin dengan cepat meraih makanan "gorengan", donat, burger, snack basah dll diatas meja. Sebaliknya, agan mungkin tidak pernah bermimpi makan sambil duduk di closet (WC), karena setiap orang "tahu" bahwa toilet itu "kotor" dan penuh dengan kuman. Namun rata2x sebuah meja kerja memiliki 50x lebiih banyak bakteri per-sentimeter persegi dibandingkan dudukan closet atau toliet (WC).



Dr. Charles Gerba, seorang mikrobilogi dari Universitas Arizona, menemukan fakta ini. Ia adalah dokter seorang dokter pakar kuman. Lebih dari tiga dekade yang lalu ia menulis 400 artikel tentang infeksi dan disinfeksi dalam jurnal kalangan terbatas.





Ia memecahkan masalah yang dihadapi National Science Foundation terkait dengan sistem penanganan limbah air di Antartika, di McMurdo Station. Ia membantu dengan memberi saran tentang sistem daur ulang air, baik untuk NASA maupun stasiun ruang angkasa Rusia, Mir. Ia sangat senang dengan pekerjaannya sehingga ia menamai anak laki-laki sulungnya Escherichia yang berasal dari huruf E pada E. coli, bakteri terkenal yang terdapat di kotoran manusia. Ia berusaha mengatasi penolakan keluarganya dengan berkata kepada ayah mertua-nya bahwa Escherichia adalah nama seorang raja dalam perjanjian lama di kitab suci.



Dari bulan Juni sampai bulan Agustus 2001, ia dan timnya mencari 5 jenis bakteri berbeda E.coli, Klebsiella, Pneumonia, Streptococcus, Salmonella, dan Staphylococcus aureus.


Tim ini meneliti kantor-kantor diempat lokasi di Amerika Serikat (New York, San Fransisco, Tampa dan Tucson). Di setiap lokasi, mereka menguji berbagai permukaan tiga kali sehari selama 5 hari. Mereka mengambil sample dari 12 permukaan yang berbeda (meja, gagang telepon, mouse, komputer, keyboard, tombol lift, tombol "start" foto copy, dudukan toilet, pegangan pintu kulkas, keran air dll).



Tim ini ingin mengukur pengaruh pembersihan atas setiap permukaan. Di setiap lokasi, satu kelompok pegawai menggunakan pembersih disinfektan untuk membersihakan permukaan tadi, sementara kelompok yang lain tidak melakukannya. (Penelitian ini dibiayai oleh CLOROX, perusahaan yang memproduksi disinfektan).



Spoiler for Silahkan Lihat Hasil Peniltiannya:

Hasilnya Mengejutkan. Dalam setiap inci persegi (6,45cm2), mereka menemukan bahwa :

1. gagang telepon adalah yang paling kotor (25.127 bakteri) kemungkinan banyak orang menggunakan telpon yang sama.

2. Permukaan meja dengan 20.916 bakteri.

3. Keyboard komputer 3.295 bakteri.

4. Mouse komputer 1.676 bakteri.

dan inilah hebatnya, yang paling sedikit terkena bakteri adalah : DUDUKAN TOILET yang memiliki 49 bakteri per 6,45cm2 atau tepatnya 400x LEBIH bersih dari Permukaan meja !!!



Gerba berkata, untuk bakteri, "meja" adalah tempat yang paling mewah. Mereka berpesta sepanjang hari dari sarapan sampai makan siang dan bahkan makan malam. Meja adalah tempat kedua yang paling "berkuman" dikantor.



Pat Rusin dari Universitas Arizona tidak yakin mengapa dudukan toilet, yang agan harapkan menjadi tempat kegiatan mikroba paling banyak, ternyata menjadi salah satu tempat yang paling bersih. Sebuah teori yang pernah diajukannya adalah dudukan toilet terlalu kering untuk menjadi rumah yang nyaman bagi bagi populasi bakteri.



Penemuan lain mengatakan bahwa jika anda menggunakan pembersih antibakteri mereka, anda dapat mengurangi jumlah bakteri hingga 99,9%.
Meskipun demikian ane tetap engga mau makan camilan atau apapun diatas closet atau didudukan toilet (WC). Lebih bagus ane ambil disinfektan lalu ane bersihkan meja makan agar tidak berisi bakteri. BTW gan jangan gunakan Spon, kenapa?? karena spon berisi bakteri 10.000 bakteri/6,45cm2 , jadi lebih baik gunakan Tisu disinfektan yang sekali pakai !!!. masih mau makan di dudukan closet..???

Puisi yang bikin geger temen gw

ini puisi bikinan gw sendiri dalam rangka tugas bahasa indonesia waktu sma. bagus tidaknya tergantung pembaca, tapi kata temen gw sih puisi ini bikin geger hehehe....

(pada kaget kali ya eko yg pendiem jadi kayak gini--')

Jika Anda makhluk yang bernyawa
Rasa cinta pasti datang menemui Anda
Inulah anugerah Tuhan Yang Mahakuasa
Yang banyak membuat orang terpedaya

Jika cinta telah datang menemui Anda
Maka berhati-hatilah
Karena banyak orang yang salah persepsi

Mengapa mereka salah persepsi?
Mereka itu hanya mementingkan nafsu belaka
Cinta yang suci
Ternodai oleh perbuatan tak terpuji
Karena mereka tenggelam dalam fatamorgana duniawi

Cinta yang sejati
Tidak harus diwujudkan dengan mengirim miliaran SMS setiap hari
Atau saling menelepon jutaan kali
Atau bertemu di sudut sekolah tiap jam pulang atau istirahat
Karena yang seperti itu
Hanya cinta yang didasarkan nafsu
Yang pasti tidak akan bertahan lama

Cinta yang sejati
Juga tidak harus diwujudkan dengan pacaran yang melenakan
Yang ditampak-tampakkan
Dan dijadikan kebanggaan
Yang apabila semakin lama mereka menjalaninya
Semakin banggalah mereka

Tidak ada gunanya pacaran berminggu-minggu
Berbulan-bulan, bertahun-tahun
Berabad-abad, bermilenium-milenium
Karena itu bukan ajaran Rasul
Apalagi tidak dibingkai dengan pernikahan
Yang nanti bisa menyebabkan masuknya godaan setan
Apabila dua khitan
Yang tidak berada dalam ikatan kemuhriman
Berdua-duaan
Di tempat yang diselimuti kesunyian
Dalam rangka membangkitkan kegairahan

Oleh karena itu ingatlah!
Di mana pun Anda berada
Di 192 negara, 1 takhta suci, 38 wilayah dependensi berpenghuni,
9 negara dengan pengakuan internasional terbatas dan 5 entitas khusus
Di gunung tertinggi maupun palung terdalam
Allah selalu melihat kita

Jika kita selalu tanamkan di hati
bahwa kita diamati Yang Maha Melihat Ilahi Robbi
Niscaya kita akan selalu berhati-hati

Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
Juga cinta yang semata-mata
Ditujukan demi mendapat ridho Ilahi
Itulah cinta yang hakiki
Yang akan membawa kita pada kehidupan surga yang abadi

Ingatlah!
Allah menghendaki sepasang insan bersatu dalam bingkai pernikahan
Bukan bingkai pacaran
Jadi maaf
Tidaklah bijaksana seseorang
Jika hanya menggunakan nafsu semata
Dan tidak menggunakan akalnya
Karena nafsu tanpa akal
Sangatlah berbahaya

(dengan sedikit perubahan)

Rabu, 09 November 2011

Manajemen Kualitas Total

Manajemen Kualitas Total adalah suatu konsep manajemen yang telah dikembangkan sejak lima puluh tahun lalu dari berbagai praktek manajemen serta usaha peningkatan dan pengembangan produktivitas. Di masa lampau, literatur manajemen berfokus pada fungsi-fungsi kontrol kelembagaan, termasuk perencanaan, pengorganisasian, perekrutan staf, pemberian arahan, penugasan, strukturisasi dan penyusunan anggaran. Konsep manajemen ini membuka jalan menuju paradigma berpikir baru yang memberi penekanan pada kepuasan pelanggan, inovasi dan peningkatan mutu pelayanan secara berkesinambungan. Faktor-faktor yang menyebabkan lahirnya "perubahan paradigma" adalah menajamnya persaingan, ketidak-puasan pelanggan terhadap mutu pelayanan dan produk, pemotongan anggaran serta krisis ekonomi. Meskipun akar MKT berasal dari model-model perusahaan dan industri, namun kini penggunaannya telah merambah sturuktur manajemen, baik di lembaga pemerintah maupun lembaga nirlaba.

MKT memperkenalkan pengembangan proses, produk dan pelayanan sebuah organisasi secara sistematik dan berkesinambungan. Pendekatan ini berusaha untuk melibatkan semua pihak terkait dan memastikan bahwa pengalaman dan ide-ide mereka memiliki sumbangan dalam pengembangan mutu. Ada beberapa prinsip-prinsip fundamental yang mendasari pendekatan semacam itu, seperti mempromosikan lingkungan yang berfokus pada mutu; - dimana terdapat komunikasi terbuka dan rasa kepemilikan pegawai - sistem penghargaan dan pengakuan; pelatihan dn pendidikan terus menerus, dan pemberdayaan pegawai.

Di Indonesia, MKT pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980-an dan sekarang cukup populer di sektor swasta khususnya dengan adanya program ISO 9000. Banyak perusahaan terkemuka dan perusahaan milik negara telah mengadopsi MKT sebagai bagian dari strategi mereka untuk kompetitif baik di tingkat nasional mupun internasional. Tetapi MKT kurang begitu dikenal di sektor publik. Namun kini keadaan sudah berubah, faktor-faktor yang mendorong sektor swasta untuk beradaptasi dengan konsep ini, juga memiliki dampak terhadap cara pemerintah menyediakan pelayanan.

Indonesia kini berada dalam periode transisi, dari gaya pemerintahan otoriter yang sangat sentralistik menuju ke gaya pemerintahan bottom-up yang desentralistik, dimana pemerintah daerah berada dalam proses menerima otonomi daerah. Masa transisi ini berlangsung dalam masa krisis ekonomi dan restrukturasi yang memaksa pemerintah untuk mengeksplorasi model-model pengadaan pelayanan alternatif. Sebenarnya, UU No. 22 1999 (mencakup kepemerintahan daerah) memiliki potensi untuk mentransformasi cara pemberian pelayanan oleh pemerintah secara dramatis. UU ini bertujuan untuk memberdayakan pemerintah daerah, menguatkan masyarakat lokal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dalam konteks inilah terdapat peluang yang berharga untuk memperkenalkan dan melaksanakan MKT

Dalam pengalaman DELIVERI di sektor peternakan, MKT telah memainkan peran penting dalam merubah perilaku dari tingkat petani hingga tingkat manajemen senior. Evaluasi terhadap pelaksanaan MKT mengidentifikasi peningkatan tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan pada program inseminasi buatan di Kabupaten Bulukumba dan Barru. Di Minahasa, Juru Kesehatan Hewan Masyarakat memenuhi kebutuhan para petani terhadap perawatan kesehatan hewan dengan biaya terjangkau.

Namun demikian, penerapan MKT adalah suatu proses jangka panjang dan berlangsung terus menerus, karena budaya suatu organisasi sangatlah sulit untuk dirubah. Faktor-faktor yang membentuk budaya organisasi seperti struktur kekuasaan, sistem administrasi, proses kerja, kepemimpinan, predisposisi pegawai dan praktek-praktek manajemen berpotensi untuk menjadi penghambat perubahan. Terkadang kekuasaan paling penting di sektor publik tidak ditemukan dalam organisasi, tetapi lebih sering terdapat pada sistem yang lebih besar. Sebagai contoh, sistem pendidikan, personalia, peraturan dan anggaran berada di luar kekuasaan organisasi sektor publik.

Selain hambatan-hambatan yang berada di luar ruang lingkup sebuah organisasi, terdapat kendala lain yang khas di setiap organisasi, seperti kurangnya akuntabilitas terhadap pelanggan, tidak jelasnya visi dan misi, penolakan terhadap perubahan dan lemahnya komitmen di kalangan manajer senior untuk menerapkan MKT.

Potensi keberhasilan MKT sudah nampak dan dampaknya pun bisa diperlihatkan, sekarang yang dibutuhkan adalah keputusan untuk melaksanakan MKT. Hal ini mestinya menjadi bagian dari suatu strategi untuk meningkatkan komitmen lembaga- lembaga publik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

dilansir dari http://www.blogerch.com/2007/04/total-quality-management-tqm-ringkasan.html, dengan sedikit perubahan.

Fungsi Manajer

Fungsi manajer akan tetap pada tiga hal: memobilisasi, mengembangkan, dan mendayagunakan sumber. Namun demikian, "gaya" dan instrumen untuk melaksanakannya yang akan berbeda. Dalam hal ini kita akan teringat pembicaraan tentang "otonomi manajerial", yang, konon, mengalami rongrongan akibat munculnya berbagai gejala, seperti: kuatnya peranan pemerintah, serikat pekerja, kelompokprofesijawaban terhadap masalah itu adalah melakukan perubahan pada pola otoritas dan struktur organisasi perusahaan.
Dua hal yang mendasari upaya perubahan tersebut adalah:
1. Iklim demokrasi industri sebagai basis otoritas telah menggantikan pemilikan sebagai basis otoritas lama. Dampaknya terhadap lapangan manajerial adalah:
• Teori tentang otoritas manajerial (yang bertolak dari pemikiran Weber, Fayol, atau Taylor) akan digantikan oleh teori yang lebih menekankan pada pembagian otoritas, sebagaimana diwakili oleh MacGregor dengan ‘Teori Y".
• Pendidikan manajer harus lebih memberikan kemampuan pada para manajer ketrampilan melakukan akomodasi suatu ketrampilan untuk menjaga keseimbangan antara otoritas dan pendelegasian wewenang.
• Walaupun desakan untuk desentralisasi semakin kuat, toh, kecenderungan konsentrasi kekuasaan masih tetap terjadi di dalam lembaga-lembaga bisnis. Oleh karena itu para manajer masih menghadapi tantangan seperti itu di masa depan.
2. Gaya manajemen akan berubah dari penekanan pada hirarki dan sikap otoriter, ke arah sikap lebih konsultatif yang membuka lebih besar kesempatan partisipasi. Antisipasi yang perlu dilakukan adalah:
• Para manajer hendaknya mempersiapkan tugasnya secara lebih detil, lugas, dan sisstematis, sehingga kendati semakin banyak pihak yang terlibat dalam proses pengambilan kepu-tusan sebuah keputusan bisa cepat diambil.
• Walaupun "manajemen partisipatif’ itu berarti saling memberi dan menerima (give-and-take), toh, pada kenyataannya seorang manajer lebih banyak "memberi" daripada "menerima". Hal ini terjadi karena tuntutan efektifitas peru-sahaan.
• Memahami hakekat pruralitas masyarakat, maka struktur organisasi kemungkinan akan semakin luwes dan terdesentralisasikan, sehingga roda perusahaan tidak dijalankan oleh hanya satu mesin di satu pusat saja.

dilansir dari http://rajapresentasi.com/2010/02/tugas-dan-fungsi-manajer/

Fungsi Manajemen/Manajemen Umum

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha

dilansir dari http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen#Fungsi_manajemen

Jumat, 04 November 2011

Pengertian Manajemen Umum

Pengertian Manajemen (Definition of Management)
Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :

1.Manajemen sebagai suatu proses,
2.Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3.Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.

Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.

Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.<1>

Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juiga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.

Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[3]

Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

A. Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.

Tingkatan Manajemen (Manajemen Level).

Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan :

1.Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.
2.Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.
3.Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.

Dilansir dari http://id.wikipedia.org/wiki/manajemen_umum